Waspada Banyak Pohon Tumbang di Pakuwon City

Hujan deras dan angin kencang tampaknya mulai untuk menyerbu kota Surabaya. Sejak akhir September 2016 kemarin hujan deras yang disertai dengan angin kencang mulai menjadi makanan sehari-hari bagi warga kota Surabaya. Pakuwon City yang merupakan salah satu kawasan perumahan yang terletak di Surabaya Timur pun tak luput dari amukan hujan deras dan angin kencang.

Menghadapi musim hujan ini warga Kota Surabaya harus ekstra hati-hati dalam berkendara. Selain jalan di Kota Surabaya yang cukup padat, warga juga harus bersiap-siap untuk menghadapi sejumlah genangan air dan risiko pohon tumbang. Sebagai warga Kota Surabaya yang tinggal di Pakuwon City, genangan air boleh dikata tidak terlalu mengganggu karena genangan air yang terjadi tidak terlalu dalam dan surut dengan cepat. Momok utama bagi warga Kota Surabaya khususnya bagi yang tinggal di Pakuwon City saat musim hujan adalah maraknya pohon tumbang.

Tragedi pohon tumbang di Pakuwon City

Melalui blog ini saya ingin berbagi sedikit cerita yang saya alami pada hari minggu (9 Oktober 2016) di Pakuwon City. Kejadian ini berlangsung di depan Marketing Gallery Pakuwon City pada sore hari saat saya berserta istri dan anak sedang berkendara dengan menggunakan mobil. Kondisi cuaca pada saat itu gerimis dengan angin yang tidak terlalu kencang. Saat melintas di depan Marketing Gallery, tiba-tiba sebuah pelepah pohon palem jatuh dan menimpa kendaraan kami. Kami pun segera menepi dan memeriksa kondisi mobil dan menemukan bahwa handle atau pegangan mobil pada pintu pengemudi (kanan depan) patah.

Setelah memeriksa kondisi kendaraan, kami menuju ke pos keamanan untuk melaporkan peristiwa ini dan meminta kepada pihak keamanan untuk memindahkan pelepah pohon palem yang masih di jalan agar tidak membahayakan pengemudi lain. Oleh pihak kemanan Pakuwon City kami dibuatkan berita acara, namun berita acara tidak diberikan ke kami, sehingga kami memfoto berita acara tersebut. Menurut pengakuan salah satu pihak keamanan, hal yang serupa pernah menimpa warga lain dan kerugian yang diderita akan diganti oleh Pakuwon City. Pada saat menunggu pembuatan berita acara, saya sempat mendengar percakapan pihak keamanan melalui handy talkie bahwa di kawasan lain di Pakuwo City juga terjadi pohon tumbang, bahkan lebih parah dibanding kejadian yang menimpa kami.

Handle mobil yang patah karena tertimpa pelepah pohon palem di Pakuwon City

Keesokan harinya istri saya ke BPL Pakuwon City selain bermaksud untuk mengurus hal ini juga untuk mengurus sambungan internet di rumah kami yang belum tersambung. Pihak customer service BPL Pakuwon City menerangkan bahwa Pakuwon City tidak memberikan ganti rugi terhadap kerugian yang kami alami karena hal ini termasuk force major, padahal menurut kami hal ini bukan force major namun kelalaian yang menimbulkan kerugian dan terhadap kelalaian tersebut dapat dituntut secara hukum pidana. Customer service menambahkan pada hari itu juga manajemen Pakuwon City akan melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang terlalu rimbun agar kejadian serupa tidak menimpa pengendara lain. Sedangkan mengenai sambungan internet di rumah kami masih dalam proses pengurusan oleh pihak Telkom.

Pertanyakan keamanan dan kenyamanan di Pakuwon City

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan di benak saya: masih aman dan nyamankah tinggal di Pakuwon City? Karena terlihat nyata bahwa Pakuwon City lalai dalam mencegah kejadian-kejadian yang dapat merugikan warganya. Manajemen Pakuwon City seharusnya secara rutin melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang terlalu rimbun, bukan setelah terjadi kerugian atau korban lalu melakukan tindakan pencegahan. Hal yang paling menjengkelkan adalah pohon palem adalah jenis pohon yang secara rutin menggugurkan pelepahnya yang paling bawah. Saya cukup sering melintas di depan Marketing Gallery Pakuwon City dan menemukan pelepah pohon palem yang jatuh. Untungnya jatuhnya pelepah pohon palem pada saat itu tidak memakan korban, namun tetap saja berisiko bagi pengendara yang melintas di area tersebut. Hal ini terbukti dari handle mobil saya yang patah karena tertimpa pelepah pohon palem. Bisa Anda bayangkan bila pelepah pohon tersebut jatuh menimpa Anda atau anak Anda?

Warga sebaiknya waspada saat melintas di depan Marketing Gallery dan East Coast Center Pakuwon City karena pohon palem yang terdapat di lokasi ini secara rutin menggugurkan pelepahnya serta berisiko menimpa pengendara yang lewat di area ini.

Seharusnya Manajemen Pakuwon City belajar dari pengalaman dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Sekali lagi bukan ada kerugian atau korban baru mencegah, namun mencegah sebelum terjadi kerugian atau korban. Apabila tidak mampu melakukan pemangkasan secara rutin, sebaiknya pohon-pohon yang berisiko membahayakan warga tersebut diganti dengan jenis pohon lain yang lebih rendah dan tidak terlalu berisiko. Ada pepatah yang mengatakan bahkan keledai pun tidak akan jatuh di lubang yang sama. Mengapa manajemen Pakuwon City tidak mampu belajar dari pengalaman sehingga kejadian pelepah palem yang gugur dan pohon tumbang di Pakuwon City terus menerus terjadi?

Bagi Anda yang sering berkendara di area Pakuwon City sebaiknya extra hati-hati dalam mengemudi terutama saat hujan dan angin kencang. Usahakan mengemudi di jalur tengah, selain untuk menghindari risiko pohon tumbang, berada di jalur tengah juga memberikan Anda area pandang yang lebih luas, menghindari tersambar petir serta menghindari pejalan kaki dan pesepeda. Kurangi kecepatan kendaraan Anda. Area Pakuwon City, terutama sepanjang boulevard hingga akses tembus Kenjeran sangat menggoda untuk dijadikan arena balap, namun demi keselamatan Anda batasi kecepatan maksimum 40 km/jam. Tips penting lainnya adalah pastikan kendaraan Anda dalam keadaan prima, bahan bakar cukup, lampu dan rem bekerja dengan baik. Tips terakhir yang paling penting adalah asuransikan mobil dan jiwa Anda karena apabila terjadi pohon tumbang di area Pakuwon City yang menimpa Anda atau kendaraan Anda, pihak Pakuwon City tidak akan mengganti kerugian yang Anda alami.

Leave a Reply